Dewasa itu bukan lagi pilihan.
.
Itu omong kosong.
.
Kau tahu?? Mereka itu brengsek, Sayang.
Mengatasnamakan kedewasaan demi untuk memuaskan kepuasan
birahi miliknya
.
Tak Tahu malu.
.
Lebih baik kita menjadi sepasang kekasih, namun akal kita
bercinta layaknya dua bocah yang mendapatkan wahyu untuk merasakan cinta secara
tiba tiba , entah datang darimana mungkin datang dari sebuah nama.
.
Itu lebih realistis bagiku, dari pada harus memakai topeng
dan berkoar kalau kita sudah dewasa.
.
Aku benarkan, sayang? (muka mu benar emang kau orang kebenaran!)
.
Karea sebangsat-bangsatnya aku mungkin aku hanya akan
menduakanmu dengan Game yang ada di Hp ku, yang akan aku adu setiap minggu di
samping rumah teman ku. Soalnya disamping rumah teman ku ada WI-FI gratis.
.
Dan sejalang-jalangnya kamu, mungkin kamu hanya akan berselingkuh
dari ku dengan Boneka pemberian Bapak mu itu waktu kecil saat kau berulang
tahun atau orang korea yang kamu bilang ganteng dari pada aku.
.
Menjadi orang dewasa itu sangat berat sayang cukup aku saja.
Kau harus memajang muka palsu bila saling ketemu. Menyinggungkan senyum paling
manis di wajah mu, agar kau tak dianggap komunis dan apatis. Belum lagi saat kau jatuh
cinta dan di waktu yang sama kau juga di tuntut untuk tak berbuat dosa.
.
Kamu mampu sayang?
Padahal ada dua orang yang saling jatuh cinta
Yang merasa dunia hanya milik berdua, bukan? ( Bapak mu aku nanti suruh bikin planet buat kita )
.
Mungkin kita harus mencoba lain waktu atau ngak sama sekali.
kali ini kita manjadi bocah aja yang tak mengenal apa itu arti kedewasaan itu apa?
Dan agar tidak terjadi hal hal membuat kehancuran buat di masa depan!
sebaiknya kita nonton balapan keong di sebelah rumah Mantan mu,
Mau ngak?