Untuk semua keberadaan rasa yang
pernah ada, aku mensyukuri semua yang pernah singgah dan enggan menetap. Bahkan
untuk setiap butir rasa di hati yang telah terbuka, aku mendekapnya. Bagaikan indahnya
apa pun yang kau liat pada huruf terakhir, apakah ada suatu makna yang tersirat
apabila tidak ada jarak? Apakah ia mengerti artinya interval? Ataupun spasi? yang
saling menyayangi bila tidak ada celah?
Waktu itu kembali tersirat dan
bertanya-tanya pada kecapan sisa ampas kopi yang masih tersisa di gelasku. Pahit
manisnya bercampur menjadi aroma khas yang aku rasa. Tanpa aku sadari bahwa skenario
itu semakin merasakan sesaknya pahit.
Dimana saat itu aku termenung
dengan semua permasalahan yang ada, aku coret semua isi binder yang ada hingga
semua ruang kosong itu terpenuhi tanpa cela sedikit pun. Dan sambil aku seruput
kopi buatan dirinya itu hingga entah mengapa aku mulai mengerti apa maksud
permasalahan itu.
Tidak ada pengertian yang cukup
berarti, jika semua ini dimulai saling menyapa kala itu. Saat itu aku berdiri di
tengah keramaian orang, mencoba untuk melihat senyuman terindah yang kau miliki
dari kejauhan terlihat jelas oleh mata ku.
Dan semua konsekuensi yang ada,
akankah konsekuensi itu untuk mencintai atau sebelah tangan, dan aku
menerimanya.
minta isi binder nya dong
BalasHapus